Aku dan Biologi: Alasanku 11 Tahun yang Lalu

Tulisan ini saya tulis sewaktu pertama menginjakkan kaki di jurusan Biologi, Universitas Andalas. Saya posting disini biar menjadi sejarah, minimal bagi diri sendiri. Biology, I am still loving you!

Aku dan Biologi
Sebelum kuliah, aku bersekolah di SMAN 4 Padang. Tanpa banyak masalah akupun sampai di kelas tiga. Untuk menghadapi UN dan SNMPTN, aku ikut bimbel jauh-jauh hari. Aku bimbel di GO sejak semester satu kelas tiga. Aku ikut bimbel bareng teman-teman dekatku di kelas tiga.
Walaupun udah kelas tiga, cara belajarku ga’ jauh berubah. Hanya sedikit lebih baik dari kelas dua, masih kalah jauh dibanding cara belajarku di kelas satu. Bayangin, tiap kali bimbel aku jarang serius. Parahnya, aku dan teman-temanku sering pindah-pindah kelas. Pergi bimbel g’ pernah g’ telat. Di sekolah gitu juga. Kena tegur ? Sering bangets...! Apalagi waktu belajar fisika di sekolah. Sampai-sampai guru fisikaku jadi ketagihan negur aku. Ga’ salahpun, aku kena tegur juga. Temanku yang ngajak ngomong, aku yang kena tegur.
Dua bulan sebelum UAN aku mulai sedikit berubah. Aku menambah jadwal belajarku. Akupun les kimia dengan guru kimia dekat rumahku. Aku belajarnya malam, sekali seminggu. Kali ini berdua aja. Kalo banyak, penyakitku pasti kambuh. Itu berarti hariku makin padat menjelang UAN.  Tapi, kenapa kimia ? Karena waktu itu aku sangat menyenangi kimia. Matematika, fisika, biologi dan yang lainnya cukup di sekolah dan bimbel aja. Apalagi fisika dan matematika, rasanya otak ini ga’ dirancang untuk itu.
Alhamdulillah, aku lulus juga. SMAN 4 Padang lulus 100%. Terbaik ketiga di kota Padang, setelah smansa dan smanten. Ga’ nyangka…! J. Disinilah cerita aku dan biologi bermula.
Baru aja aku lulus, orangtua ku langsung bilang kalo aku harus kuliah di Padang. Ga’ boleh ga’ ! Akupun nurut. Orangtua ku pengen aku masuk kedokteran. Benar-benar pusing waktu itu. Belajar ga’ beres diminta ngambil FK. Sadar dengan kemampuanku. Aku memilih ga’ nurut.
Menghadapi SNMPTN, aku ikut super intensif, yang memang udah satu paket dengan bimbelku sejak semester satu. Jadwal bimbelku jadi tiap hari. Karena telat daftar ulang, aku jadi kebagian jadwal sore. Seperti biasa, aku bimbel bareng teman-temanku. Kebiasaan nomaden kami ga’ pernah hilang. Apalagi yang namanya ngaret. Udah kayak hobi aja. Kadang kami hanya boleh masuk jam kedua. Kalo udah gitu, biasanya kami nongkrong di ruang administrasi GO yang adem ayem. Sesekali ke tempat favoritku, Gramedia, baca buku. Kalo ke Gramedia, biasanya jarang balik ke GO. Namanya aja tempat favorit, ga’ mungkin bentar dunk, wajib sampai jam 6. Kaki pegal, ga‘ masalah.
SNMPTN semakin dekat, dipikiranku belum terbayang tentang apa yang akan kupilih di SNMPTN nanti. Tapi, aku pengen kuliah di Unand. Pengen rasanya ngebahagiain orangtua. Aku pengen sukses. Sayangnya, aku ga’ bisa berubah 180 derajat dalam waktu singkat. Lagian, untuk belajar lagi dari awal udah ga’ mungkin. Satu-satunya cara hanya memaksimalkan apa yang aku bisa.
SNMPTN mendekat, kebingunganku makin bertambah. Mau milih apa ? Aku buka buku panduan PTN yang diberikan GO berkali-kali. Untuk tambahan informasi, aku browsing di internet.
Pilihan pertama di dapat, Teknik Elektro Unand. Alasannya, teknik elektro masih sodaraan dengan ilmu komputer (jurusan favoritku). Kebingungan bertambah untuk pilihan kedua (pilihan ketiga ga’ terlalu aku pikirin). Awalnya, aku pengen milih kimia Unand, tapi setelah tanya orang-orang, ternyata kimia itu banyak fisikanya. Matilah aku…! (terakhir aku sadar TE juga banyak fisikanya).
Akhirnya Tuhan beri aku petunjuk. Akupun memilih biologi Unand. Selain karena akreditasinya A, aku tertarik dengan lapangan pekerjaannya yang begitu banyak, dan juga aku ga’ bodoh-bodoh amat biologi. Di buku penduan PTN GO yang aku baca dijelaskan kalo biologi itu sering kelapangan. “Gw bangets tuhh….!,” teriak bathinku. Saat itu juga langsung terpikir tentang kemping-kemping. Waktu SMA keinginan kempingku sering batal gara-gara ga’ dapat izin. Hanya dua kali diizinin. Pertama di Sarimanggis, bareng teman-teman sekolah, dan guru-guru SMA-ku. Kedua, yang paling berkesan dan punya banyak kenangan, bareng teman-teman dekat rumah di dekat goa, Ngalau, Padang.
Formulir didapat (aku ngambil IPC), masalah pun bertambah. Bayangin aja, rumahku di Kp. Baru, Lubeg, dapat ujian di MTSN Lubuk Buaya. Ditambah lagi, hanya aku aja yang disana (teman-temanku yang ngambil IPC kebanyakan di UNP dan ATIP, Padang). Bisa tua dijalan aku. Tapi, lagi-lagi Tuhan beri aku petunjuk. Terpikir aja dipikiranku untuk nginap di rumah nenek, Lapai, Padang. Setelah izin ke nenek dan orangtua, akupun mengajak salah seorang temanku untuk nginap disana. Dianya mau.
Hari yang dinanti datang juga. Sesuai rencana aku nginap di rumah nenek bareng temanku. Karena bareng teman, aku jadi tambah males belajar. Ditambah lagi, rumah nenekku dekat warnet. Makin parah lagi, pemilik warnet yang sekaligus mamak ku, nawarin aku jaga warnetnya. Kebetulan aku hobi browsing. Pasti aku terima tawarannya, tanpa terpikir lagi besok aku ujian. Jadilah tiap malam kerjaku browsing terus. Temanku yang sama aja pemalasnya denganku juga ikut-ikutan. Kami browsing sampai jam 1 malam. Setelah itu baru aku mencoba tidur. Sebelum tidur tak lupa mengganggu teman dulu. Aku miss call teman-temanku sampai jam setengah 2. Makin nikmat karena aku yakin teman-temanku ga’ bakalan matiin hp-nya. Kalo dimatiin, matilah alarmnya. Alaramnya mati bisa-bisa dia telat bangun. Telat bangun, tamatlah riwayatnya. Begitu kerjaku selama dua hari SNMPTN. Bersenang-senang ! 
SNMPTN berlalu, sebagai manusia aku juga mempunyai rasa cemas. Aku merasa, aku ga’ bakalan lulus. Untuk jaga-jaga, aku ikut ujian seleksi UPI. Alhamdulillah, aku lulus di Sistem Komputer. Mulai terbayang di kepalaku aku bakal kuliah di UPI. Walaupun sebenarnya, aku masih pengen kuliah di Unand.
Beberapa jam sebelum pengumuman hasil ujian, aku iseng pergi ke warnet. Waktu itu jam 8 malam. Karena penasaran, aku mencoba membuka situs SNMPTN. Aku mencoba melihat hasil ujianku. Ga’ tahunya bisa. Disitu ditulis, aku lulus di Biologi Univ. Andalas. Awalnya aku ga’ begitu yakin. Biar yakin, aku coba buka website ITB, UI, dan ITS. Ketiganya sepakat menyatakan aku lulus. Barulah aku yakin, aku lulus. Betapa bahagianya waktu itu. Good bye UPI !
Begitu banyak tanggapan. Ada yang mendukung. Ada yang bilang, sebaiknya aku kuliah di UPI aja. Mereka beranggapan bakatku bukan di biologi. Bahkan, ada yang bilang, “Sejak kapan kamu suka Biologi ?”. Anehnya, ada yang bilang, “Masuk biologi ? Mau jadi guru ?”. Hanya keyakinan yang membuatku mantap di biologi. Aku yakin, aku punya potensi di biologi. Terserah orang mau berkata apa. Badan ini punyaku. Akulah nahkodanya.
Awal kuliah di biologi, aku merasa canggung. Begitu jauh berbeda dibanding di SMA dulu. Beda teman-teman, beda karakter, pasti beda pola pikir. Belum lagi tugas yang luar biasa banyaknya, pake mesin ketik pula. Plus, minjam jas lap yang susahnya minta ampun. Luar biasa melelahkan ! Sistem sks (kebut semalam) yang selama ini aku pake terpaksa harus ditinggalin. Keadaan memaksaku merevisi cara hidupku lagi. Semua kegilaanku dimasa lalu wajib diperbaiki. Akupun sempat frustasi dengan semua ini L.
Waktu berlalu, aku mulai merasa lebih baik. Begitu banyak pelajaran yang kudapat. Orang-orang disekitarku memberiku banyak inspirasi. Baiknya lagi, dukungan orangtua terus mengalir. Buktinya, uang jajanku naik 2x lipat J.
Setelah dua bulan di biologi, aku merasa makin membaik. Senior juga mulai menunjukkan progress positif. Jujur, mereka memberiku banyak pelajaran. Aku juga makin akrab dengan teman-teman dan seniorku. Ga’ hanya itu ! Aku mulai terbiasa dengan semua tugas-tugas. Kadang aku merasa seperti seorang wartawan, mengejar deadline. Semangatku yang sebelumnya sempat terkoreksi ke posisi terburuk dalam hidupku, sekarang mulai membaik. Bahkan, terus membaik.
Aku ga’ tahu sampai kapan aku merasa seperti ini. Aku hanya berusaha mempertahankan perasaanku sekarang. Aku ingin memberikan sesuatu yang lebih untuk kedua orangtua ku, untuk orang-orang yang aku cintai, orang-orang yang memberiku makna kehidupan. Biarlah waktu yang bicara tentang masa depanku nanti. Aku akan terus berjuang. Biology, I’ll love……..!!!
Aku dan Biologi: Alasanku 11 Tahun yang Lalu Aku dan Biologi: Alasanku 11 Tahun yang Lalu Reviewed by heru handika on Februari 23, 2019 Rating: 5
Diberdayakan oleh Blogger.