Bagaimana Menentukan Topik Penelitian? Dilema Kecepatan Tamat dan Kualitas Penelitian

Flickr:  Argonne National Laboratory
Let me tell you a story. Ketika saya memilih penelitian tikus, tak ada satu pun orang yang mengerti bidang ini di kampus saya. Teman diskusi dan textbook sama susahnya. Namun, ini menjadi "shortcut" bagi saya untuk berkeliling Indonesia dengan gratis, menjelajah Filipina, hingga sekarang bisa kuliah di University of Melbourne —padahal saya jauh dari pintar, mahasiswa dengan IPK ala kadarnya. :-)

Anda dan saya mungkin sama. Ketika masuk kuliah kita bingung mau penelitian apa. Sebagian malah sudah masuk tahun empat, tapi masih bingung menentukan topik penelitian. Lalu bagaimana?  

1. Bacalah, bukan Tanyalah

Jangan tanya dosen Anda. Jangan tanya senior Anda. They have no idea. Yang tahu anda adalah anda. Minat anda, anda yang tahu. Banyaklah membaca dan terus mencari. No excuse. Mungkin anda bergumam, "Saya tidak tahu apa-apa, malu bertanya sesat dijalan". Ini salah. Semakin banyak bertanya, anda akan semakin tersesat. 

Analoginya begini. Ketika anda ingin membeli laptop. Lalu anda bertanya ke orang yang memakai Apple Macbook. Dia akan sarankan anda membeli Mac. Padahal anda mungkin butuhnya laptop Windows —belum tentu juga punya duit sebanyak dia. Apalagi jika anda bertanya tentang penelitian. Jika anda mahasiswa Biologi, bertanya ke orang yang penelitian primata. Dia akan cenderung menyarankan anda penelitian primata. Padahal siapa tahu penelitian tikus lebih menjanjikan bagi masa depan anda. Memang, tidak semua orang yang anda tanya akan seperti itu. Tapi, kebanyakan orang begitu. 

Kita sama-sama punya 24 jam sehari. Seminggu 168 jam. Jika anda mahasiswa super sibuk, usahakan alokasikan minimal 2 jam seminggu (1 persen saja) untuk membaca jurnal maupun buku. Mulai dari bidang yang anda minati. Jika anda merasa pekerja keras, baca 5-10 jurnal sehari. 

"Kampus saya tidak langganan jurnal". Pelajari cara mendapatkannya disini.   

2. Diskusi, Bukan Bertanya

Saya percaya dengan ungkapan ini, "Jika anda mencari sebelum bertanya, anda akan menemukan jawaban atau anda akan bertanya dengan pertanyaan yang lebih baik".

Dengan membaca, setidaknya anda bisa melihat peluang-peluang untuk penelitian anda. Lalu, anda bisa berdiskusi dengan orang-orang terdekat. Tidak hanya sekedar bertanya. Jika ada kesempatan, usahakan menjadi volunteer membantu penelitian senior atau dosen. Ini akan memberikan kita gambaran tentang real penelitian —bukan untuk ikut-ikutan penelitian yang sama. 

Waktu kuliah yang hanya dihabiskan untuk praktikum, takkan menjamin anda bisa meneliti. Tidak sama sekali. Sering yang didapat hanya tugas laporan bertumpuk-tumpuk. Kadang juga, ketika menjadi volunteer anda memiliki kedekatan emosional dengan orang yang anda bantu. Diskusi dengan dia bisa lebih cair. Dengan banyak membaca, anda takkan mudah diracuni untuk ikut-ikutan penelitian seperti dia. Dunia ini luas dan beragam, kenapa harus menjadi sama?

3. Persiapkan Sebelum Masanya

Baik kura-kura maupun cheetah, jika berjalan duluan, maka akan sampai duluan.

"Bagaimana kalau cheetah jalan belakangan? Ia cepat. Pasti bisa menyusul kura-kura." Jangan terlalu dibahas. Mari kita bahas lagi cara menentukan topik penelitian. Cheetah walaupun menyusul, setelah itu tidur di jalan, juga akan disusul kura-kura lagi.

Maksud saya, jangan tentukan topik penelitian ketika anda sudah tahun 3 atau 4. Tapi, mulai sedini mungkin. Saya sudah menentukan topik penelitian saya sejak tahun 2. 

4. Ketika Rumput Tetangga Lebih Hijau

Penelitian terbaik adalah penelitian yang terus dilaksanakan dengan konsisten. Jika susah menentukan topik penelitian anda. Pilih satu topik dan fokus dengan itu. Semua penelitian sama. Hanya mereka yang terus melaksanakan yang bisa mendapat manfaat darinya. Topik sebagus apa pun, jika tak didalami, tak akan banyak mendapat manfaat.

Jika anda memperhatikan lingkungan sekitar, anda tentu menyadari di negara kita sulit menemukan orang yang fokus dengan penelitiannya. Buktinya angka riset kita rendah. Total publikasi kita hanya 13,9% dari total publikasi Thailand, 3,7% publikasi Singapura (baca disini). Selain kendala bahasa, kebanyakan kita juga tidak fokus dalam melaksanakan penelitan. 

Kebanyakan mahasiswa juga melaksanakan penelitian untuk sekedar mengejar tamat. Jangan jadi seperti mereka. Jadilah ikan dilautan, walaupun lingkungannya asin, dagingnya tetap manis. Dengan sedikitnya orang yang serius melaksanakan penelitian di negara kita, itu artinya peluang bagi kita. Once again, don't think much. Choose one, and stick to it. 

Lalu keluar dari comfort zone Anda. Jangan bergantung dengan senior dan dosen. Bangun jaringan ilmiah (pelajari disini). Cari peneliti yang bidangnya sama dengan topik pilihan Anda. Mulai beranikan diri untuk mengirim e-mail. Jangan cari di dalam negeri. Cari di luar. Selain dapat jaringan, Anda dapat meningkatkan kemampuan Bahasa Inggris. Tak bisa Bahasa Inggris? Pakai google translate. Suatu saat anda akan bisa Bahasa Inggris. 

Semakin cepat Anda menentukan topik penelitian, semakin banyak waktu yang anda punya untuk membangun jaringan ilmiah. Ini lah salah satu alasan dari saran ketiga saya. Dalam prosesnya, tak perlu pusing rumput tetangga berwarna pelangi. Tetap fokus dengan topik yang anda pilih. Pasang target jangka pendek dan jangka panjang. Kejar target anda. Kalau pun tidak tercapai, anda setidaknya ada progres. Kalau tercapai, silahkan rasakan sendiri kenikmatannya nanti. Yang penting tetap rendah hati dan terus berjuang.

Semoga bermanfaat. Silahkan bertanya.


*Jika ingin berdiskusi lebih mendalam bisa dengan menuliskan di kolom komentar. Saya menggunakan Disqus agar komentar lebih mudah ditelusuri. Lebih lanjut bisa juga dengan men-follow Twitter @tikusnet dan like fan-page Tikus.Net. Subscribe e-mail anda pada kotak dibawah untuk terus mendapatkan update blog ini.
Bagaimana Menentukan Topik Penelitian? Dilema Kecepatan Tamat dan Kualitas Penelitian Bagaimana Menentukan Topik Penelitian? Dilema Kecepatan Tamat dan Kualitas Penelitian Reviewed by heru handika on Januari 06, 2016 Rating: 5
Diberdayakan oleh Blogger.