Mau Kuliah ke Luar Negeri? Ini Dokumen yang Perlu Disiapkan

Kuliah ke luar negeri? Jangan lupa siapkan dokumennya. Saya coba bahas dokumen yang dibutuhkan saat pendaftaran dan dokumen yang perlu dibawa ketika berangkat menuju negara tujuan. Berikut daftar dokumen yang diperlukan:

1. Passport

Ini yang paling penting. Sebelum mendaftar kuliah usahakan sudah memiliki passport. Passport menjadi identitas resmi dan identitas utama ketika berurusan dengan instansi luar negeri. 

Ketika akan berangkat, sebaiknya masa berlaku passport anda lebih dari enam bulan. Saya tidak bisa memastikan apakah seluruh negara mensyaratkan. Namun, sepanjang pengetahuan saya, sebagian besar negara mensyaratkan masa aktif passport minimal 6 bulan untuk mengurus visa. 

2. Sertifikat Bahasa Inggris

Ini urutan paling penting kedua. Sebagian universitas (tergantung negara) sangat ketat untuk masalah kemampuan Bahasa Inggris. Misalnya, Australia tempat saya berkuliah sekarang, kurang sedikit saja dari syarat minimal akan berakhir dengan Letter of Offer Conditional, walaupun secara kemampuan akademis anda sudah luar biasa. Itu berarti anda diminta untuk memunuhi syarat minimal nilai Bahasa Inggris terlebih dahulu sebelum anda bisa diterima tanpa syarat. 

Ketahui English Requirement universitas tujuan sebelum anda mendaftar (lebih lengkap mengenai syarat TOELF/IELTS disini). Pada sebagian universitas, anda masih bisa mendaftar walaupun Bahasa Inggris anda di bawah syarat minimal. Namun, sebaiknya penuhi syarat Bahasa Inggris ini sebelum anda mengirim aplikasi pendaftaran kuliah. Itu akan lebih memudahkan nantinya, terutama jika pengumunan universitas cukup mepet dengan rencana mulai kuliah anda. 

Ketika anda berangkat ke negara tujuan kuliah anda, sertifikat Bahasa Inggris yang asli (TOEFL/IELTS dan sejenisnya), sebaiknya juga dibawa. Saya sendiri ketika sudah sampai di kampus tujuan, tidak ditanya lagi masalah ini. Tapi, sebagian kampus meminta anda menunjukkan ini lagi. 

3. Ijazah dan Transkrip Berbahasa Inggris

Jika anda ingin lanjut pasca sarjana, anda membutuhkan ijazah dan transkrip S1 yang sudah di-translate ke Bahasa Inggris. Sebaiknya, di-translate langsung oleh universitas asal. Namun, beberapa agen pendidikan juga bisa membantu proses ini. 

Proses pendaftaran ke universitas memerlukan ini. Saat pendaftaran, kebanyakan universitas meminta kita mengirimkan fotocopy ijazah dan transkrip (asli dan official translate) yang sudah dilegalisir via pos. Persiapkan ini juga sebelum mendaftar. 

Ketika berangkat, ijazah dan transkrip asli sebaiknya juga dibawa. Lagi-lagi, the University of Melbourne tempat saya berkuliah sekarang tidak lagi meminta, tapi sebagian universitas ada yang memintanya. Jika tak mau repot atau takut membawa ijazah dan transkrip asli ini, anda bisa mengkonfirmasi dulu mengenai dokumen yang perlu dibawa. Bisa dengan menghubungi  pihak universitas maupun teman yang berkuliah di universitas tujuan anda. 

4. Visa

Pengurusan visa baru bisa dilakukan setelah aplikasi anda sukses. Visa ini sebaiknya diurus setelah mendapatkan Confirmation of Enrolment (CoE). CoE ini baru kita dapatkan setelah aplikasi kita dinyatakan diterima tanpa syarat (dibuktikan dengan Letter of Acceptance Unconditional); kita sudah membalas LoA-nya dan menyatakan kesanggupan untuk melakukan pembayaran. 

Pada sebagian negara, setelah menerima LoA Unconditional sebenarnya sudah bisa mengajukan aplikasi visa. Namun, prosesnya lebih sulit, biasanya diminta untuk melampirkan TOEFL lagi dan bukti kesanggupan keuangan. Dengan CoE, jauh lebih mudah dan kemungkinan aplikasi Visa kita diterima lebih besar. 

Visa ini sebagian ditempelkan pada salah satu halaman di Passport anda. Namun, sebagian negara sudah menggunakan visa elektronik. Misalnya, jika anda studi di Australia, anda hanya perlu menunjukkan passport saat sampai di bandara kota tujuan. Berdasarkan nomor passport anda, imigrasi negara setempat sudah mengetahui anda punya visa. 

5. Surat dari Pemberi Beasiswa

Jika anda penerima beasiswa, jangan lupa untuk meminta surat ini. Kecuali beasiswa anda membantu semua pengurusan kuliah anda. Untuk penerima beasiswa LPDP, surat yang dibutuhkan, yaitu Letter of Guarantee. Tapi, saya sendiri juga meminta dibuatkan Letter of Sponsorship. 

Letter of Sponsorship ditujukan khusus untuk instansi tertentu. Bisa untuk mendaftar kuliah maupun untuk syarat aplikasi visa. Sedangkan Letter of Guarantee adalah pegangan kita (tidak ditujukan khusus ke pihak tertentu). Selain bisa digunakan untuk mendaftar kuliah (tergantung universitas), surat ini juga bisa menjadi bukti anda untuk ditunjukkan kepada landlord ketika menyewa rumah di negara tujuan, maupun keperluan lain yang meminta anda menunjukkan kemampuan keuangan anda.  

6. Asuransi Kesehatan

Banyak negara mensyaratkan asuransi kesehatan. Namun, seperti halnya visa, baru diurus setelah anda diterima oleh universitas tertentu di negara tertentu. Biasanya universitas membantu menguruskan asuransi ini, dan akan tercatat pada CoE kita nantinya. Namun, umumnya kita juga diberi kebebasan untuk mengurus sendiri. 

Bagi yang mengurus asuransi sendiri, sebaiknya dokumen yang menunjukkan anda sudah memiliki asuransi kesehatan dibawa saat menuju negara tujuan. Pastikan juga asuransi kesehatan anda sudah aktif saat kedatangan di negara tujuan.

Penting diketahui, anda akan mendapat masalah besar saat sampai di bandara negara tujuan jika asuransi anda belum aktif; walaupun visa anda sudah aktif. Jadwal keberangkatan sebaiknya disesuaikan dengan waktu mulai aktif asuransi anda (bukan visa), terutama jika anda menuju negara yang mensyaratkan asuransi kesehatan. 

Jika anda ingin berangkat lebih awal atau menyesuaikan dengan visa anda, sebaiknya meminta agen asuransi anda menyesuaikan tanggalnya (biasanya dengan tambahan biaya).

7. Dokumen Lain yang kemungkinan diperlukan

Letter of Recommendation, sebagian universitas meminta surat rekomendasi untuk mendaftar kuliah, dan ini tergantung juga dengan jurusan yang anda pilih. Surat rekomendasi ini bisa dari pembimbing skripsi sewaktu kuliah S1, pembimbing akademik, maupun dekan atau ketua jurusan universitas asal. Jika anda mendaftar lewat agen, terkadang agen juga mensyaratkan surat ini untuk membantu proses aplikasi kita. 

Letter of Motivation or Intention, sebagian universitas mensyaratkan anda menulis surat tertentu untuk menunjukkan keinginan anda di universitas tersebut. Agen pendidikan terkadang juga meminta ini. 

SIM International, jika anda ingin bawa mobil sewaktu berkuliah di negara tujuan, jangan lupa mengurus SIM Internasional. Bagi yang sudah punya, jangan lupa dibawa. Terkadang anda hanya perlu membawa translate-an SIM biasa anda (bukan internasional), lalu menggunakan dokumen tersebut untuk mengurus SIM di negara tujuan. Agen pendidikan terkadang juga bisa membantu membuatkan translate SIM anda. Namun, ini tergantung negaranya.

Note: Sebagian universitas kemungkinan juga mensyaratkan dokumen spesifik untuk bisa berkuliah di universitas tersebut. Pelajari secara mendalam syarat dan ketentuan universitas sebelum mendaftar sangat penting dilakukan. Jika ada pertanyaan, dengan senang hati saya menyediakan di kolom komentar untuk berdiskusi.


*Jika anda senang dengan tulisan-tulisan saya, atau ingin berdiskusi lebih mendalam bisa dengan men-follow Twitter @tikusnet dan like fan-page Tikus.Net. Subscribe e-mail anda pada kotak dibawah untuk terus mendapatkan update blog ini.
Mau Kuliah ke Luar Negeri? Ini Dokumen yang Perlu Disiapkan Mau Kuliah ke Luar Negeri? Ini Dokumen yang Perlu Disiapkan Reviewed by heru handika on Agustus 17, 2015 Rating: 5
Diberdayakan oleh Blogger.