Waspada Bahaya Plastik, Jangan Asal Menggunakan

Flickr: Steven Depolo
 "Bahan kimia yang terdapat pada plastik terbukti dapat masuk dan diserap tubuh. Sabagian dari senyawa kimia tersebut dapat mengganggu hormon dan berpotensi mempengaruhi kesehatan manusia", begitu menurut scientificamerican.com

Sebuah penelitian yang dilakukan di Amerikas Serikat menemukan 93 persen dari orang Amerika berusia 6 tahun atau lebih terbukti positif mengandung BPA pada tubuhnya (Sumber: EcoWatch). 

BPA ini singkatan dari Bisphenol A, salah satu bahan kimia yang digunakan untuk membuat plastik. Dalam kadar tertentu, BPA dapat merusak otak, gangguan kehamilan, maupun menyebabkan gangguan kesehatan terhadap bayi dan anak-anak (Sumber: mayoclinic).

Agar lebih aman dalam memakai plastik, pahami dulu kode yang terdapat pada kemasan plastik. Kode ini dikenal juga dengan "recycling code", umumnya terdapat pada bagian bawah kemasan, berbentuk segitiga (lihat gambar). Berikut pengertian dari kode yang terdapat pada kemasan plastik (Sumber: healthychild.org; eartheasy).
Kode pada plastik (Sumber: NatureWorks)
Kode 1: PET (Polyethylene Terephthalate)

Plastik berkode ini tipis. Kode ini umumnya terdapat pada kemasan air mineral. Kemasan plastik yang berkode 1 hanya untuk sekali digunakan. Jangan gunakan ulang plastik ini untuk tempat makanan/minuman. 

Kode 2: HDPE (High-Density Polyethylene)

Tipe ini tebal, umumnya digunakan pada botol susu, deterjen, shampoo, atau botol oli. Plastik ini termasuk salah satu yang sering di daur ulang, juga salah satu yang paling aman digunakan. Plastik ini tahan terkena sinar matahari, panas, maupun dingin. Umum juga digunakan untuk meja piknik, tempat sampah, dan bentuk lain yang membutuhkan ketahanan terhadap cuaca.

Kode 3: PVC (Polyvinyl Chloride)

Umum digunakan untuk kabel komputer dan pipa, ditemukan juga pada kemasan selai kacang, dan kemasan deterjen. Ini termasuk plastik yang beracun, dan sulit didaur ulang. Sebaiknya penggunaan ulang plastik kode ini tidak untuk tempat bahan makanan/minuman.

Kode 4:  LDPE (Low-Density Polyethylene)

Plastik dengan kode 4 fleksibel dan tipis. Umumnya digunakan untuk kantong plastik, pembungkus makanan, maupun roti. LDPE ini relatif aman digunakan, dan termasuk yang memiliki lebih sedikit kandungan berbahaya. 

Kode 5: PP (Polypropylene)

Tipe plastik ini kuat, ringan, dan tahan panas. Tipe ini termasuk paling aman. Banyak digunakan sebagai kemasan makanan, seperti kotak es krim, margarine, yogurt, dll. Plastik dengan kode 5 ini aman digunakan ulang. 

Kode 6: PP (Polystyrene)

PP ini banyak digunakan pada styrofoam untuk tempat makanan dan minuman. PP sangat ringan, tapi mudah rusak. Jenis ini bisa melepaskan styrene (penyebab kanker) yang dapat terkontaminasi dengan makanan, terutama ketika dipanaskan dengan microwave.

Kode 7: Other (BPA, Polycarbonate and LEXAN)

Plastik kategori ini tidak memiliki standar penggunaan, maupun cara daur ulangnya. Plastik kode 7 ini banyak terdapat pada mobil, botol minuman bayi, dan beberapa kemasan makanan. 

Dikutip dari eartheasy, "Jika memungkinkan, sebaiknya penggunaan plastik kode 7 dihindari, terutama untuk makanan/minuman bayi". Jadi untuk penggunaan sebagai tempat bahan makanan, kode 1, 2, 4, dan 5 relatif lebih aman. Plastik tipe ini tidak mengandung BPA (Sumber: eartheasy; terra20).

Saya yakin banyak orang belum memahami tentang kode ini. Share artikel ini untuk membantu banyak orang mengetahuinya.




Waspada Bahaya Plastik, Jangan Asal Menggunakan Waspada Bahaya Plastik, Jangan Asal Menggunakan Reviewed by heru handika on April 06, 2015 Rating: 5
Diberdayakan oleh Blogger.