Penting Bagi Mahasiswa Membangun Jaringan hingga ke Mancanegara, Caranya?

Flickr: Frits Ahlefeldt-Laurvig
Di antara kita, mungkin masih banyak yang mengeluhkan minimnya fasilitas pendidikan dan masih kurangnya sumber daya tenaga pengajar. Tak dapat dipungkiri, pendidikan berkualitas masih sangat sulit diakses di negeri ini. Membangun jaringan hingga ke mancanegara bisa mengurangi masalah tersebut. 

Anda tak perlu kuliah di universitas ternama. Tak harus menjadi mahasiswa terbaik. Semua kita bisa mendapatkan akses terhadap sumber ilmu yang berkualitas dengan membangun jaringan pertemanan. Caranya pun tidak sulit. 

Mari kita membuka mata. Ini kesempatan yang tepat untuk menjadi mahasiswa yang mendunia, tanpa memandang apakah berasal dari universitas ternama atau universitas gurem. 

1. Darimana harus memulai?

Menurut saya, cara terbaik untuk memulai adalah dengan menentukan topik penelitian sedini mungkin. Saya menentukan topik ini sejak semester 4 perkuliahan. Tetap pada pilihan tersebut, walaupun rumput tetangga terlihat lebih hijau.  

Tak perlu sampai ke judulnya. Menentukan topik saja sudah cukup. Topik ini menjadi fokus kita untuk membangun jaringan pertemanan dengan ahli yang sama di bidang kita. 

Ketika topik sudah ditentukan. Mulailah searching di internet peneliti-peneliti yang sesuai dengan bidang kita. Cari alamat e-mail mereka. Alamat e-mail ini juga bisa didapatkan pada publikasi mereka. Selanjutnya, mulai mengirim e-mail menanyakan tentang topik tersebut. 

Usaha kita membangun jaringan hingga ke luar negeri dimulai dari sini. Pelajaran mendalam tentang topik pilihan kita juga akan didapatkan disini. Kita pun akan berpeluang belajar langsung tentang topik kita dari ahlinya.

2. Apa yang bisa ditanyakan?

Jangan lupa untuk perkenalkan diri dulu, sebutkan asal universitas, dan nyatakan masih mahasiswa serta keinginan untuk penelitian di bidang yang telah dipilih. 

Pertanyaan-pertanyaan yang bisa ditanyakan pada tahap awal, misalnya meminta saran dia tentang bidang tersebut, termasuk bagian spesifik mana yang sebaiknya dipelajari. 

Pada tahap ini, bisa juga menanyakan tentang referensi yang dia punya dan mengharapkan dia mengirimkan ke kita. Saya dapat buku sekardus dengan menanyakan tentang ini. Sebagian besar buku berbayar dan populer di bidang saya.

Jangan takut untuk menyatakan kita tidak tahu apa-apa tentang bidang itu. Namun, tunjukkan rasa ingin tahu yang tinggi dan kemauan untuk belajar.
Flickr.Com

3. Apakah harus bisa Bahasa Inggris dulu?

Tidak. Saya memulainya dari sebuah google translate. Dari e-mail yang berantakan. Bagian terpenting adalah keberanian untuk memulai, tetap bertahan dalam keterbatasan, dan sambil terus memperbaiki diri.

Saya bahkan harus ke warnet tiap hari karena waktu itu belum memiliki laptop dan modem. Boro-boro smartphone, dulu punya hp hanya bisa sms dan nelpon; ukurannya tidak lebih besar dari goreng ubi harga Rp 500 perak. 

Namun, jaga semangat untuk memperdalam Bahasa Inggris. Terus mencoba berkomunikasi dengan ahli dari mancanegara secara langsung juga akan meningkatkan Bahasa Inggris kita. 


4. Bagaimana cara berkomunikasi yang benar?

Ketika berkomunikasi dengan ahli, menurut saya yang paling benar adalah dengan kesabaran dan konsisten. Terkadang, mereka membalasnya sangat lama. Terkadang tidak dibalas. Jadi, tetaplah sabar dan terus berjuang. 

Tetap terus kontak sebanyak mungkin peluang yang ada. Namun, jangan copy-paste isi e-mail-nya. Usakan berbeda agar bisa terus berproses secara baik. Otomatis cara kita berkomunikasi juga akan meningkat, kemampuan Bahasa Inggris pun menjadi lebih baik.

Jadi, cara berkomunikasi yang benar untuk hal ini adalah berkomunikasi dengan sabar, santun, dan mencari sebanyak mungkin peluang yang ada. Jangan pernah menyerah jika e-mail tak dibalas. Terkadang kesuksesan hanya membutuhkan satu keberhasilan dari ribuan kegagalan. 

Jika dibalas, tetap berusaha berkomunikasi hingga bisa lebih dekat dengan dia. Tunjukkan rasa ingin tahu dengan terus belajar dan bertanya dengan dia. Tunjukkan juga kita memiliki progress. 

Untuk menjaga motivasi, satu orang dari puluhan orang yang saya e-mail telah memberi saya pengalaman yang berharga. Hanya dari satu orang, saya bisa kemana-mana, merasakan alam Indonesia hingga ke Mancanegara, GRATIS. 

Komunikasi saya dengan dia terus berjalan bertahun-tahun. Saya sampai hari ini belum pernah kuliah di U.S, tapi saya bisa merasakan kualitas pendidikan U.S., dan melakukan riset dengan standar internasional. Hanya dengan jaringan pertemanan.  

Bapak Romi Satria Wahono pernah bilang, "Mungkin universitasmu neraka, tapi jangan jadikan ia neraka bagimu". Berjuang dalam keadaan sulit terkadang memberikan pengalaman melebihi apa yang diharapkan. 

Tetap berjuang dan membangun jaringan keilmuan yang luas. Bagi saya, inilah kunci untuk menembus batas kualitas pendidikan di negara kita. 

Jangan lupa untuk membagi cerita dan ilmu yang anda dapatkan kepada orang lain. Karena ilmu takkan pernah habis walaupun ia obral kemana-mana. Mudah-mudahan nantinya bisa terbentuk lebih banyak mahasiswa Indonesia yang berpikir global.

Saya yakin tulisan ini belum menjawab semua hal tentang membangun jaringan pertemenan dengan ahli-ahli mancanegara. Saya akan usahakan untuk update artikel tentang ini lebih mendalam. Untuk sementara, bisa bertanya lebih lanjut di kolom komentar atau lewat japri ke saya. Dengan senang hati, saya siap untuk menanggapinya. 

Penting Bagi Mahasiswa Membangun Jaringan hingga ke Mancanegara, Caranya? Penting Bagi Mahasiswa Membangun Jaringan hingga ke Mancanegara, Caranya? Reviewed by Unknown on April 04, 2015 Rating: 5
Diberdayakan oleh Blogger.