Mau Kuliah Keluar Negeri? Pilih IELTS atau TOEFL

Flickr: KI VancouverBagi yang ingin kuliah keluar negeri, sebaiknya sertifikat Bahasa Inggris yang disiapkan bukan TOEFL Paper-Based Test (PBT) atau dikenal juga dengan TOEFL ITP -untuk yang diadakan institusi resmi ETS (penyelenggara TOEFL). 

TOEFL jenis ini tidak dapat digunakan secara global. Banyak yang kemudian mendapatkan LoA Conditional karena menggunakan TOEFL ini, saya salah satunya. Akhirnya, harus tes Bahasa Inggris lagi, terkadang tepaksa menunda keberangkatan. 

Pada beberapa universitas memang masih diterima, di antaranya sebagian universitas di U.S dan universitas di beberapa negara non-native english speakerBeberapa di antara universitas yang menerima TOEFL PBT, mensyaratkan dilengkapi dengan Test of Written English (TWE). TWE ini jarang disediakan pada TOEFL ITP di Indonesia. 

Jika anda masih ingin bertahan dengan sertifikat TOEFL PBT, pastikan universitas yang akan anda tuju menerima ini. Jika mereka mensyaratkan TWE, sebaiknya pikir ulang lagi. Sebaiknya mengambil tes IELTS atau TOEFL iBT. 

Baik IELTS maupun TOEFL iBT, keduanya menguji kemampuan Speaking, Listening, Reading, dan Writing anda. Dari segi scoring, IELTS skor berkisar pada nilai 0-9; dirata-ratakan dari masing-masing sesi. Sedangkan TOEFL iBT skornya 0-120, dengan masing-masing sesi nilainya 0-30. 

Perguruan tinggi luar negeri, umumnya mensyaratkan IELTS minimal 6.5 atau TOEFL iBT minimal 79-80. Biasanya, perguruan tinggi tersebut memberikan syarat khusus, misalnya untuk IELTS tidak ada band dibawah 6.0. 

Sedangkan untuk TOEFL iBT nilai yang diminta pada masing-masing bagian bervariasi, tergantung universitas dan jurusan. Untuk S2/S3 syarat minimal Writing biasanya paling tinggi. Contohnya, untuk program Master of Science di University of Melbourne, nilai total minimal 79 dengan nilai Reading minimal  13, Listening 13, Speaking 18, dan Writing 21. 
Flickr: KI Vancouver
Manakah yang sebaiknya dipilih, IELTS atau TOEFL iBT?

Saya sendiri baru pengalaman TOEFL iBT. Namun, saya mencoba bertanya dengan beberapa orang yang pernah mengambil kedua tes tersebut, salah satunya merupakan pengajar Bahasa Inggris. Mereka sepakat IELTS lebih mudah. Namun, tentu saja ini adalah pilihan subjektif. Sepanjang yang saya tahu, masing-masing tes memiliki tingkat kesulitan tersendiri.

Untuk memudahkan pilihan, sebaiknya pelajari dulu syarat nilai Bahasa Inggris yang disyaratkan universitas tujuan anda. Kebanyakan universitas menerima keduanya. Tapi, beberapa universitas hanya menerima IELTS atau TOEFL. 

Perhatikan juga tes mana yang tersedia di kota anda. Mengikuti tes di luar kota, tentunya akan menambah pengeluaran. Jika anda bebas memilih salah satunya. Ada beberapa pertimbangan dari saya dalam memilih tes.

Pada dasarnya, aksen Bahasa Inggris yang digunakan berbeda. IELTS menggunakan British English, sedangkan TOEFL iBT menggunakan American English. Jika anda lebih nyaman dengan American English, maka TOEFL iBT mungkin pilihan yang lebih baik bagi anda. Sebaliknya, jika anda lebih nyaman dengan British English, IELTS mungkin menjadi pilihan yang tepat. 

Perbedaan lainnya, pada IELTS menjawab tesnya dengan tulis tangan. Sedangkan TOEFL iBT menggunakan komputer yang terhubung dengan internet. Kemampuan mengetik akan membantu pada sesi Writing TOEFL iBT ini. Tapi, real-nya tidak memberi pengaruh yang besar. 

Perbedaan lainnya yang cukup mencolok ada pada sesi Speaking. Pada IELTS anda akan berhadapan langsung dengan examiner (native speaker). Sedangkan pada TOEFL iBT, anda berhadapan dengan komputer. Suara anda akan direkam dan otomatis di-upload ke server ETS. Examiner hanya menilai dari rekaman suara anda. 

Berhadapan langsung dengan examiner memberikan tekanan tersendiri bagi peserta tes. Namun, examiner biasanya akan mengkondisikan tes Speaking senyaman mungkin bagi anda. 

Di sisi lain, berhadapan dengan komputer mungkin lebih membuat anda relaks. Tapi, karena satu ruangan biasanya sekitar 10 orang atau lebih, ini memberikan gangguan tersendiri. Sebagian orang terganggu dengan suara peserta lain saat sesi Speaking. 

Disini, pilihan tergantung karakter orang yang seperti apa anda. Ada yang tidak terpengaruh dengan suara lingkungan sekitar. Ada juga yang lebih nyaman dengan kesunyian. Pertimbangkan juga ini.

Bagaimana dengan biayanya?

Saat artikel ini ditulis, biaya TOEFL iBT di Indonesia USD190. Biaya ini sama di kota mana pun anda mengambil tes. Pembayaran langsung anda lakukan saat mendaftar di website ETS, dapat menggunakan kartu kredit atau membeli voucher-nya; salah satunya bisa dibeli disiniInformasi lokasi tes TOEFL iBT tersedia disini

Sedangkan IELTS, biayanya USD195. Tes IELTS banyak diselenggarakan konsultan pendidikan. Pada kota tertentu dapat lebih mahal. Karena penyelenggara tes harus mendatangkan examinerInformasi tentang konsultan pendidikan ada pada artikel "Mengenal LoA dan Cara Mendapatkannya". 

Pada akhirnya pilihannya tetap tergantung anda sendiri. Dari segi biaya, TOEFL iBT dan IELTS tidak jauh berbeda. Dibandingkan TOEFL PBT, memilih IELTS atau TOEFL iBT memang membutuhkan biaya berkali lipat lebih mahal. Namun, biaya TOEFL/IELTS ini tak ada apa-apanya dibandingkan apa yang didapatkan ketika berhasil menembus perguruan tinggi luar negeri.

*Jika anda senang dengan tulisan-tulisan saya, atau ingin berdiskusi lebih mendalam bisa dengan men-follow Twitter @tikusnet dan like fan-page Tikus.Net. Subscribe e-mail anda pada kotak dibawah untuk terus mendapatkan update blog ini.
Mau Kuliah Keluar Negeri? Pilih IELTS atau TOEFL Mau Kuliah Keluar Negeri? Pilih IELTS atau TOEFL Reviewed by heru handika on April 18, 2015 Rating: 5
Diberdayakan oleh Blogger.