Dengan Perhitungan Sederhana, Teleskop Terbukti Mampu Memotret Menembus Batas Waktu

Teleskop Hubble (credit: NASA)
Awalnya saya bertanya-tanya ketika mengetahui teleskop mampu melihat ke masa lalu. Bagaimana sistem kerjanya hingga ia bisa memotret fenomena yang terjadi bertahun-tahun yang lalu? Sebuah tulisan yang ditulis NASA, bahkan mengklaim teleskop memotret hingga jutaan tahun yang lalu. 

Ternyata hanya dengan perhitungan sederhana, semua itu terbukti. 

Ini salah satu contohnya. 

Seperti yang telah diketahui, cahaya bergerak pada kecepatan sekitar 300.000 km/s. Sedangkan jarak matahari ke bumi sekitar 150 juta kilometer. Artinya, butuh sekitar 500 detik (atau sekitar 8 menit) untuk cahaya matahari mencapai bumi. Jadi, cahaya matahari yang kita lihat sekarang adalah cahaya 8 menit yang lalu (Sumber: windows2universe.org). Ketika memotret matahari, berarti kita memotret kembali ke 8 menit yang lalu. 
Galaxy Majestic Sombrero berjarak 28 juta tahun cahaya dari Bumi (Sumber: hubblesite.org)
Bagaimana dengan teleskop?

Dikutip dari NASA, "Hubble Teleskop bisa melihat objek lebih jauh dari yang bisa dilihat mata kita". Teleskop diketahui mampu memotret sesuatu yang jaraknya jutaan, bahkan miliaran tahun cahaya. 

Bisa dikatakan teleskop mampu melihat sesuatu yang telah terjadi sangat jauh di masa lalu. Misalnya, ketika teleskop memotret bintang yang jaraknya 10 juta tahun cahaya;  berarti bintang yang dipotret hari ini seperti ia terlihat 10 juta tahun yang lalu. 

Begitu pun ketika kita melihat galaxy di gugusan bintang Virgo. Cahaya yang kita lihat sekarang dari gugusan tersebut merupakan cahaya sejak zaman dinosaurus (Sumber: hubblesite.org).
Kelompok Galaxy Stephan's Quintet dengan jarak mencapai 290  juta tahun cahaya dari Bumi (Sumber: hubblesite.org)

Fakta inilah yang membantu para peneliti dalam mempelajari bagaimana alam semesta mengembang, dengan membandingkan kecepatan suatu galaxy mengembang di masa lalu dengan kecepatan sekarang (Sumber: hubblesite.org). Cara yang memungkinkan adalah dengan membandingkan galaxy pada jarak yang berbeda.

Sebuah penemuan terbaru, dengan menggabungkan kemampuan teleskop Habble dan Spitzer; peneliti berhasil mendapatkan data dari galaxy yang jaraknya lebih dari 13 miliar tahun cahaya. Ini untuk pertama kalinya peneliti mampu memotret objek sejauh itu.

Diduga, waktu tersebut tak berbeda jauh dari peristiwa Big Bang -sebuah teori tentang terbentuknya alam semesta. Jadi, data ini memungkinkan peneliti mempelajari galaxy sejak awal terbentuknya. 

Lebih menakjubkan lagi, dengan menggunakan citra dari kedua teleskop tersebut, untuk pertama kalinya peneliti mampu menghitung kepadatan massa dari suatu galaxy. Diketahui, massanya satu milliar kali lebih besar dari massa matahari; ukuran yang cukup luar biasa mengingat umurnya yang masih muda (lebih lengkap di universetoday.com). 

Hanya dengan mempelajari fenomena alam, banyak hal yang bisa kita ungkap. Kadang sesuatu yang rumit, justru dimulai dari teori yang sederhana. Selain ini, masih banyak hal lain di luar angkasa yang menarik untuk dipelajari; seperti halnya fenomena di bumi yang sayang jika tak dipelajari. Saya tunggu komentar anda.  

  


Dengan Perhitungan Sederhana, Teleskop Terbukti Mampu Memotret Menembus Batas Waktu Dengan Perhitungan Sederhana, Teleskop Terbukti Mampu Memotret Menembus Batas Waktu Reviewed by heru handika on April 03, 2015 Rating: 5
Diberdayakan oleh Blogger.