4 Manfaat Ini Didapatkan Mahasiswa yang Memiliki Jaringan Pertemanan hingga ke Mancanegara

flickr: martin.canchola
Kerjaan yang terkesan iseng-iseng dengan hanya bermodalkan e-mail ternyata memiliki manfaat yang sangat banyak. Bahkan mungkin tidak pernah dibayangkan sebelumnya. 

Tulisan ini real-experience. Diangkat dari kisah nyata. Untuk mahasiswa sains, ini telah terbukti bisa diterapkan, untuk non-sains kemungkinan besar juga bisa. 

Melanjutkan pembahasan tentang "Pentingnya Mahasiswa Membangun Jaringan Pertemanan". Ini lah manfaat yang bisa anda dapatkan:

1. Mulai dari jurnal sampai buku, dari PDF sampai hardcopy

Ketika anda mampu membangun koneksi dengan para ahli di bidang anda hingga ke mancanegara, mendapatkan jurnal yang sulit diakses kini bisa menjadi mudah. Bahkan mungkin bukan hanya softcopy, tapi bisa jadi akan dikirimkan dalam bentuk hardcopy ke alamat anda. Bukan hanya jurnal, buku pun bisa didapatkan dengan gratis. Semua tergantung bagaimana berkomunikasi dengan baik dengan orang yang baru dikenal.

2. Tugas akhir anti galau

Dengan jaringan yang kita punya hingga ke mancanegara, kita bisa memanfaatkan untuk berdiskusi masalah penelitian, mulai dari judul sampai metoda yang akan digunakan. 

Tak bisa dipungkiri, pembimbing kita terkadang memiliki keterbatasan. Pembimbing juga manusia yang tidak tahu segalanya. Terkadang topik penelitian kita bukanlah topik yang dikuasai pembimbing. Untuk hal-hal umum, mungkin mereka tahu. Tapi untuk hal spesifik, terkadang tidak benar-benar tahu. Bahayanya, pembimbing menyuruh mahasiswanya melakukan sesuatu yang tidak sesuai untuk topik penelitian si mahasiswa.

Jaringan pertemanan ini memungkinkan kita untuk berdiskusi dengan orang yang benar-benar expert di topik penelitian kita. Wawasan kita tentang penelitian tersebut juga akan bertambah luas. 

Ini juga dapat mengurangi kemungkinan anda didikte oleh pembimbing. Komunikasi dengan pembimbing pun kemungkinan akan dua arah. Jadi bukan hanya mahasiswa yang belajar kepada pembimbingnya. Tapi, pembimbing pun mungkin akan mendapat ilmu baru dari si mahasiswa. Mungkin begitu lah pendidikan seharusnya. 

3. Mendapatkan bantuan biaya penelitian bukan hal yang mustahil

Anda mungkin tak percaya ini. Tapi, ini terjadi dengan saya. Seorang teman asal Denmark mengirimkan saya uang cuma-cuma untuk membantu dana penelitian S1 saya. Saya mendapatkannya tanpa proposal. Riset saya ke Pulau Bangka juga mendapat bantuan dari teman luar negeri saya. 

Artinya disini, dengan membangun jaringan dan berkomunikasi secara baik, banyak hal yang tidak mungkin menjadi mungkin. Jaringan pertemanan ini kemungkinan juga akan sangat membantu dalam pembuatan proposal bantuan penelitian. Mulai dari memberikan sumbangan ide, membantu memperbaiki Bahasa Inggrisnya (jika proposal berbahasa inggris), hingga menjadi Referee bagi proposal anda. 
Flickr: Kaplan International English
4. Riset hingga menyambung kuliah ke luar negeri

Mimpi anda untuk bisa ke luar negeri, bukanlah hal mustahil jika anda bisa membangun jaringan pertemanan dengan baik. Banyak tawaran riset bertebaran di luar sana, menunggu tangan-tangan yang akan meraihnya. Professor dari universitas-universitas di negara maju kebanyakan juga menginginkan mahasiswa asing. Ini merupakan poin tersendiri bagi mereka. Bukan hal yang tidak mungkin, anda menjadi salah satu yang mendapat kesempatan tersebut. 

Dengan jaringan pertemanan, terkadang score Bahasa Inggris pun menjadi tidak penting. Intinya, kuliah ke luar negeri bukan hanya milik mereka yang mahir Bahasa Inggris atau bahasa asing lainnya. Jangan sampai kehilangan hak anda untuk mendapatkan pendidikan yang lebih berkulitas hanya karena kita tidak mahir berbahasa asing. 

Namun, bukan berarti ini menjadi alasan untuk tidak mendalami Bahasa Inggris atau bahasa asing lainnya. Don't make excuse here! :-D

Ketika kita sudah melakukan pergaulan Internasional, kemampuan bahasa asing mutlak diperlukan. Tapi, ini bisa dipelajari sairing berjalannya waktu, terkadang ketika anda sudah di negara tujuan studi. 

Hanya sekitar 40 ribu dari total penduduk Indonesia yang berkuliah di luar negeri. Bandingkan dengan China dan India, be

rturut-turut mencapai 700 ribu dan 200 ribu (Sumber: Kompas.Com). Bantu angka ini menjadi lebih banyak. 

Namun, kembali ke tanah air setelah selesai sekolah. Sebagian anda mungkin seperti saya, lelah melihat banyaknya permasalahan negeri ini. Mengeluh saja tidak akan merubah keadaan, mari langkahkan kaki ayunkan tangan membantu kemajuan bangsa ini. 

Ketika sudah mampu membangun jaringan pertemanan, bukan hanya 4 peluang tersebut yang bisa didapatkan. Bisa jadi anda memiliki cerita lain dan mendapatkan kesempatan-kesempatan lain yang tidak diduga. Selagi kita berusaha, akan selalu ada jalan untuk mewujudkan impian. 

*Jika anda senang dengan tulisan-tulisan saya, atau ingin berdiskusi lebih mendalam bisa dengan men-follow Twitter @tikusnet dan like fan-page Tikus.Net. Subscribe e-mail anda pada kotak dibawah untuk terus mendapatkan update blog ini. 
4 Manfaat Ini Didapatkan Mahasiswa yang Memiliki Jaringan Pertemanan hingga ke Mancanegara 4 Manfaat Ini Didapatkan Mahasiswa yang Memiliki Jaringan Pertemanan hingga ke Mancanegara Reviewed by heru handika on April 08, 2015 Rating: 5
Diberdayakan oleh Blogger.